Sejarah Desa Sidomulyo, Kec. Jakenan, Kab. Pati

 Sejarah Desa Sidomulyo

1. Geografi Desa Sidomulyo

Desa Sidomulyo adalah desa di Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati Jawa Tengah. Terdiri dari 6 pedukuhan yaitu Klumpit, Pojok, Nanggungan, Nganguk, Selayu, dan Genengan yang tergabung dalam 3 RW dengan jumlah 28 RT. Desa Sidomulyo terletak di dataran rendah berbatasan dengan:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan desa Jakenan dan desa Tanjungsari.

b. Sebelah Timur berbatasan dengan desa Mojoluhur.

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Jatisari.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan desa Tanjungsari, desa Puluhan Tengah dan desa Karangrejo Lor.

2. Perekonomian Desa Sidomulyo

Perekonomian sebagian besar penduduk desa Sidomulyo menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun di Juwana.

3. Pendidikan di Desa Sidomulyo

Pendidikan di desa Sidomulyo mempunyai 2 Sekolah Dasar, 1 Madrasah Ibtidaiyyah, 1 Madrasah Tsanawiyyah, 2 Pondok Pesantren, 1 TK, 1 RA, 2 TPQ yaitu:

a. Sekolah Dasar Negeri 02 Sidomulyo;

b. Sekolah Dasar Negeri 03 Sidomulyo;

c. MI Miftahul Huda Sidomulyo;

d. Mts Miftahul Huda Sidomulyo;

e. Pondok pesantren Sirojul Ulwiyah di Pojok;

f. Pondok pesantren Nahdlotus Syubban di Nganguk;

g. Taman Kanak-kanak di Klumpit;

h. Raudlatul Atfal di Nganguk;

i. TPQ Sirojul Ulwiyah di Pojok;

j. TPQ Nahdlotus Syubban di Nganguk.

4. Asal Usul Desa Sidomulyo

Dikisahkan, ada dua orang penjelajah daerah bernama Nyi Sripah dan Nyi Darminah dengan julukan Wulan Doro yang sedang berkeliling di tanah lapang. Kemudian, mereka menemukan 2 pohon asem yang dibuat untuk berteduh lalu disebut punden (petilasan) yang sekarang dinamakan dukuh Klumpit. Setelah beberapa hari berpikir mencari hubungan wilayah, kemudian mereka berdua pergi ke Utara bertemu dengan laki-laki bernama Yi Sawiyah yang sedang bekerja di sudut ladang dan meninggalkan petilasan berupa pohon doro di tempat tersebut yang sekarang dinamakan dukuh Pojok. 

Selang beberapa hari setelah berbincang-bincang antara ketiganya, mereka memutuskan mencari seseorang ke arah Timur. Kemudian, bertemu dengan Ki Gede Dipo. Ki Gede Dipo saat itu sedang mendirikan gubuk (pondok) di ladang, namun ditengah proses mendirikan gubuk tiba-tiba kedatangan tamu yaitu Nyi Sripah, Nyi Darminah, dan Yi Sawiyah. Mereka membantu Ki Gede Dipo mendirikan gubuk yang belum jadi hingga selesai. Apabila tidak diteruskan pembuatan gubuk sampai selesai hal itu dirasa nanggung (), maka terbentuklah nama dukuh Nanggungan di tempat gubuk itu berada.

Nyi Sripah dan Nyi Darminah merasa canggung kalau harus tinggal di gubuk Ki Gede Dipo secara terus-menerus, lalu mereka memutuskan untuk pergi ke arah Selatan menemukan sungai berliku-liku, disitu mereka hampir jatuh karena tidak menyadari tanah yang mereka pijak longsor sehingga mereka menengok ke dalam sungai (menganguk-anguk), kemudian mereka membuat sebuah petilasan di sekitar sungai tempat mereka berada yang sekarang dinamakan dukuh Nganguk.

Nyi Sripah, Nyi Darminah, Yi Sawiyah, dan Ki Gede Dipo melanjutkan perjalanan ke Selatan, saat itu waktu menjelang malam sehingga mereka mlayu (berlari) menuju ke tempat terang yang berada di daerah geneng (tinggi). Setelah mereka sampai di daerah yang terang tersebut ternyata kediaman Ki Suro Menggolo untuk bermalam. Tempat mereka berlari dinamakan dukuh Selayu dan tempat terang yang ada di dataran tinggi tersebut dinamakan dukuh Genengan.

Keesokan harinya, Nyi Sripah, Nyi Darminah, Yi Sawiyah, dan Ki Gede Dipo kembali ke tempat asalnya. Suatu saat, mereka berempat mengadakan pertemuan untuk bermusyawarah menentukan perwakilan pemimpin dari keturunan Nyi Sripah, Nyi Darminah, Yi Sawiyah, dan Ki Gede Dipo. Sehingga terpilihlah anak keturunan dari dukuh Klumpit bernama Ki Padirono Paku. Ki Padirono Paku menjadi orang pertama yang memimpin desa Sidomulyo. Setelah di tentukannya Ki Padirono Paku sebagai pemimpin maka diadakannya musyawarah antara berbagai pedukuhan. Setelah adanya musyawarah bersama Nyi Sripah, Nyi Darminah, Yi Sawiyah, Ki Gede Dipo, dan masyarakat maka terbentuklah nama Sidomulyo sebagai nama desa. Sidomulyo berarti tinemu bagus, gemah ripah, dan subur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pulang Kampungnya Mahasiswa IAIN Kudus dalam rangka KKN-IK